Mengenai Saya

Foto saya
Saya seorang mahasiswa yang memfokuskan diri pada lingkungan sosial, apapun bentuknya. Saya juga menyukai musik dan saya membuat musik, saya suka menulis dan saya membuat tulisan tentang apa saja yang saya sukai, saya seorang mahasiswa yang biasa-biasa saja, saya mencintai keluarga dan teman-teman saya.

Rabu, 12 Januari 2011

Nongkrong

Nongkrong
                 
               Dalam tulisan gw yang sebelumnya “Ayah”, gw menjanjikan untuk membahas tentang fenomena “nongkrong”. Nah gw adalah orang yang percaya pada setiap hal yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia, termasuk nongkrong. Gw berbeda pendapat dengan pandangan orang-orang bahwa nongkrong adalah suatu kegiatan yang hanya menghabiskan waktu saja. Nongkrong bagi kebanyakan orang adalah suatu kegiatan yang tidak berguna.
                Bagi gw definisi nongkrong adalah suatu kegiatan yang dilakukan sendiri atau beramai-ramai dengan cara duduk santai disuatu tempat yang ramai (biasanya). Isi dari nongkrong itu paling hanya ngobrol, ketawa-ketawa, dan ngeceng (ngeliat2 cewe ataupun cowo), dan pengamatan (entah pengamatan apapun itu).
                Nah dari definisi diatas banyak orang tidak setuju dengan kegiatan nongkrong ini, kenapa?! Yah tadi yang udah gw bilang, ngabisin waktu! Buang-buang waktu! Mereka berpendapat bahwa masih ada hal yang lebih berguna yang bisa kita lakukan selain nongkrong! Gitu katanya... Tapi bagi gw, semua itu (isi dari nongkrong) sangat berguna! Kenapa?! Yah sebenernya cara pandang sih, semua orang mempunyai cara pandangnya masing-masing untuk melihat suatu fenomena, bahasa kerennya sih Paradigma. Paradigma adalah semua bentukan dari sebuah kata yg memperlihatkan konjugasi dan deklinasi kata tersebut, model dalam teori ilmu pengetahuan, kerangka berpikir (kamus Bahasa Indonesia). Ok gw jelasin kenapa gw bilang nongkrong itu ga selamanya buang-buang waktu. Kita liat dari isi dari nongkrong itu ada ngobrol, ketawa-ketawa, ngeceng, dan pengamatan.
1.    Ngobrol
Gw mendefinisikan ngobrol adalah komunikasi antara 2 orang atau lebih (klo sendirian berarti gila hahahahaha). Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yg dimaksud dapat dipahami, hubungan, kontak, perhubungan (Menurut kamus Bahasa Indonesia).
Dari Definisi tentang ngobrol diatas kita bisa mengambil sisi positifnya adalah kita bisa menjaga tali pertemanan atau persahabatan, kedua kita bisa saling bertukar informasi, ketiga kita bisa saling mengerti satu sama lainnya, keempat kita bisa mendengarkan atau mengungkapkan keluh kesah (curhat).
Komunikasi adalah hal yang paling penting dalam Proses Sosial. Apa itu Proses Sosial? Proses Sosial adalah cara-cara berhubungan yang dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut atau apa yang akan terjadi apabila ada perubahan-perubahan yang menyebabkan goyahnya pola-pola kehidupan yang telah ada. Bentuk umum dari proses sosial adalah interaksi sosial. Interaksi Sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interkasi sosial, maka tak akan mungkin ada kehidupan bersama.

Dua Syarat terjadinya interaksi sosial :

a)      Adanya kontak sosial (social contact), yang dapat berlangsung dalam tiga bentuk.Yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarkelompok. Selain itu, suatu kontak dapat      pula bersifat langsung maupun tidak langsung.
b)      Adanya Komunikasi, yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perasaan                apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi          terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.


2.    Ketawa-ketawa.
Jelas banget ini sangat penting! Kenapa? Karena ketawa sangat berguna bagi manusia.

FUNGSI TERTAWA :
1. Melancarkan Aliran Darah.
2. Mengurangi Resiko Penyakit Jantung.
3. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh.
4. Menghasilkan Hormon Endorphin, sebagai obat penenang alami.
5. Memijat Paru-Paru dan Jantung.
6. Menurunkan Stress.
7. Meningkatkan Kadar Oksigen (O2) dalam darah.
8. Mengkontrakskan 80 titik-titik saraf.
9. Melemaskan Otot-otot.
10. Meringankan Konstipasi.
11. Menurunkan Tekanan Darah.
12. Menstimuli Otak Kanan dan Kiri.

Sehat itu murah, mudah dan gratis. Untuk diketahui bahwa hanya dengan 1 menit tertawa sama dengan 20 menit Anda berolahraga mengeluarkan keringat. Tertawa alami, tertawa disengaja atau dipaksa, tertawa juga mempunyai efek yang sama.
Gimana?! Keren kan fungsi dari tertawa itu?!

3.    Ngeceng.
Nah ini hal yang menjadi alasan orang banyak kenapa mereka suka nongkrong ditempat yang ramai, apalagi klo cewe2nya oks banget! Hahahaha…
Ngeceng adalah dimana kita bisa sekedar melihat-lihat lawan jenis dengan maksud berkenalan atau yang lainnya. Disini proses sosial dan interaksi sosial terjadi (hahahahaha tapi beneran loh!). Disini juga kita bisa mengenal orang lain, karena semakin banyak kita mengenal orang lain kita bisa semakin mengenal orang-orang dengan karakter-karaketer yang berbeda. Semakin banyak mengenal orang lain juga berguna dalam kehidupan kita, kenapa? Karena hidup kita tidak monoton!
Yah banyak kisah dari hal yang satu ini, karena bisa aja ada yang sampe jadian dan ada juga yang tetap jadi loser! Hahahaha… Tapi ngga masalah walaupun jadi loser, tetap ada hal lain yang bisa dipetik, yaitu kita jadi tau bagaimana rasanya jadi seorang loser, kita dapat pengalaman baru dalam proses kehidupan, kita bisa memperbaiki kesalahan kita dimasa akan datang supaya tidak menjadi seorang loser lagi. Bener ga?!

4.    Pengamatan
Pengamatan adalah pengawasan terhadap perbuatan (kegiatan, keadaan) orang lain, perbuatan mengamati dengan penuh, penelitian, kesadaran yg tertuju kepada peristiwa atau fakta tertentu sebagai metode dalam penelitian. (Kamus Bahasa Indonesia).
Tanpa kita sadari selain dari 3 hal diatas, kita juga sedang melakukan pengamatan. Dalam nongkrong ada aja jenis pengamatannya. Klo gw, sering banget gw melakukan pengamatan yang tanpa gw sadari adalah mengenai tulisan-tulisan gw. Misalnya gw ngeliat seorang perempuan yang lagi jalan, gw akan mendeskripsikan dia sebebas-bebasnya, misalnya seorang perempuan itu adalah mahasiswa FIKOM yang sangat malas dalam kuliah, IPKnya ga lebih dari 1, tapi sebenernya dia adalah seorang perempuan cantik yang jenius dalam hal seni, dia sangat berbakat menulis dan melukis, walaupun IPKnya jeblok parah, dia sudah bisa menghasilkan berpuluh-puluh juta dari hasil tulisan dan juga lukisannya dalam setahun. Contohnya seperti itu.
Ada juga pengamatan yang bersifat mencela, contoh kasus misalnya ada seorang laki-laki sedang berjalan dengan pacarnya yang sangat cantik, posisi wajah antara si cowo dan si cewe sangat jomplang sekali! Pengamatan yang dilakukan kebanyakan anak nongkrong adalah mencela si cowo! “Gila pake dukun mana nih cowo!”, atau “Anjrit tuh cewe, BUTA kali matanya!, atau “Wasssuuuu, Nih cowo pasti tajir parah! Anak menteri apa gitu, atau bokapnya direktur perusahaan mana, atau juga orangtuanya korupsi gede-gedean!”. Hahahaha semua itu adalah pengamatan tanda tak mampu dari kebanyakan anak nongkrong! Hahahaha… tapi sisi positifnya adalah penyemangat bagi mereka, “masa tuh cowo yg mukanya biasa aja bisa dapet cewe cantik kaya gitu, masa gw ngga!”. Penyemangat kan?!
Ada juga pengamatan terhadap orang-orang sekitar, misalnya hal yang terjadi pada gw yang pernah gw tulis dalam notes gw yang berjudul “ayah”, itu juga adalah hikmah dalam kegiatan nongkrong gw, hikmah bagi si Bapa, dan juga hikmah bagi gw karena gw bisa belajar betapa sulitnya menjadi seorang ayah.

          Kesimpulan dari tulisan gw ini adalah setiap hal yang kita kerjakan tidak pernah ada yang sia-sia! Selalu aja ada hal yang bisa kita ambil dari kegiatan itu. Sekalipun nongkrong bagi kebanyakan orang adalah hal yang membuang-buang waktu atau hal yang tidak berguna, tapi gw bisa menjelaskan kegunaan dari nongkrong dari perspektif yang berbeda. Tapi Inget! Sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tetep aja ga sehat dan ga baik, jadi jangan setiap hari juga lo nongkrong, jangan setiap jam juga lo nongkrong, nongkronglah dengan bijak! Hahahaha... Lakukan apa yang mau lo lakukan! Jangan pernah takut, karena pandangan orang lain! Kaya motonya Nike “Just Do It!”

Rabu, 05 Januari 2011

Ayah...

“Ayah”
               
                Gw selalu berfikiran apapun yang kita kerjakan, pasti ada sesuatu yang bisa kita dapet. Jadi maksudnya apapun yang kita lakukan ga akan ada yang sia-sia, klo kita bisa sadar dan melihat dari segi yg berbeda. Contohnya aja nongkrong. Bagi kebanyakan orang, nongkrong itu adalah hal yang ga ada gunanya, hanya membuang-buang waktu. Dulu gw juga selalu berfikiran seperti itu, tapi sekarang gw bisa memaknainya. Awalnya sih karena kebiasan gw yang suka banget ngeliat orang yang lalu lalang, ngeliat orang yang sedang beraktifitas, sekalian gw mendeskripsikan mereka secara asal-asalan. Dari kebiasaan itu, gw bisa melihat dan mengenal orang-orang baru. Mengenal orang itu sangat menyenangkan, tapi bukan itu yang mau gw bahas. Mungkin di tulisan gw berikutnya gw akan ngebahas tentang “nongkrong”
                Senja tadi, gw lagi nongkrong di Alfamart gerbang Unpad. Ngga sengaja gw ketemu sama seorang bapak-bapak tua yang sedang mencari pekerjaan. Pakaian lusuh, keriput diwajah, dan badannya yang sudah termakan usia, yah mungkin usianya sekitar 60 tahunan. Bapak itu duduk disamping gw, dengan sopan dia bertanya “boleh saya duduk disini?”. Gw jawab aja “boleh Pak”. Akhirnya bapak itu duduk disamping gw. Dengan wajah yang letih, dia ngajak gw ngobrol. Dan ternyata dia lagi ada masalah dengan pekerjaan. Dia lagi nyari pekerjaan yang udah dia cari selama 5 hari. Asal bapak itu dari Sumedang dan dari 5 hari yang lalu dia dibekalin sama istrinya 35rb untuk nyari pekerjaan. Mungkin dipikiran istrinya, bapak itu cuma pergi sehari aja, tapi si bapak ini ngga mau menghancurkan harapan anak dan istrinya, jadi bapak ini terus nyari pekerjaan, walaupun sampai saat ini dia belum dapet pekerjaan itu. Dengan bekal 35rb yang sudah pasti ngga cukup untuk hidup selama 5 hari, akhirnya bapak ini menjual baju dan celananya, yang terakhir dijual bapak ini adalah sebuah celana panjang, yang menurut pengakuannya celana itu terjual dengan harga 3rb. Uang hasil penjualan celana itu rencananya untuk membeli makan siang, tapi dengan 3rb di Bandung dapet apa coba?! Akhirnya bapak ini hanya makan bala-bala (sejenis gorengan). Bapak ini bercerita betapa dia takut mengecewakan anak istrinya, anaknya masih SMP dan butuh uang untuk biaya sekolah dan jajan anaknya, belum lagi untuk kehidupan sehari-hari. Bapak ini begitu sedih sampai dia menahan tangisannya. Gw bener-bener sedih denger cerita bapak ini. Dia berencana untuk pulang ke Sumedang dengan berjalan kaki, yah mungkin karena uangnya sudah habis. Tapi satu yang gw suka dari bapak ini, dia tidak ada niatan untuk meminta uang dari gw.
                Hal yang gw dapet dari bapak ini adalah kasih sayang seorang bapak kepada keluarga, rasa tanggung jawab, dan juga kesetiaan. Gw jadi teringat sama bokap gw. Dia begitu sayang sama anak-anaknya, dia ngga pernah memperhatikan dirinya, dia hanya memikirkan anak-anaknya. Gw cukup beruntung karena Ayah gw bisa memberikan apa yang gw butuhin selama ini. Dia selalu ada buat gw, dia selalu ada disamping gw, sampai saat gw sakit pun dia selalu ada, dia mau ngebuatin gw bubur buat makan gw ketika gw sakit, padahal dia udah cape seharian cari nafkah. Ayah...
                Gw belajar gimana rasanya jadi seorang Ayah. Memang untuk saat ini gw ngga bisa merasakan bagaimana sebenarnya menjadi seorang ayah, beban menjadi seorang ayah, dan senangnya menjadi seorang ayah. Tapi suatu saat gw mungkin akan menjadi seorang Ayah.
                Ketika gw menjadi seorang ayah, gw berharap gw akan menjadi seorang ayah yang mengasihi keluarga, bertanggung jawab, dan juga gw bisa menjaga keluarga gw dengan kasih. Ayah bukan sekedar ayah. Tugasnya sebagai tulang punggung sangat berat, mulai dari mencari nafkah, menjaga keluarganya, melindungi keluarganya. Gw jadi inget film 17 again. Sebagian ceritanya tentang seorang ayah yang ingin menjaga anak-anaknya. Dalam cerita itu sang ayah menjaga anak gadisnya dari seorang cowok urakan yang suka gonta-ganti cewe, dan juga seorang anak cowo yang jadi obkjek penderita teman sekolahnya, dll.
                Tugas Ayah tidak ringan, jadi yang mau gw bagi buat yang baca tulisan gw ini adalah, hormatilah Ayah kalian. Bersyukurlah bahwa kalian lebih beruntung dari bapak itu. Tapi ini bukan masalah siapa yang lebih beruntung dan siapa yang tidak, tapi betapa Tuhan masih mengasihi kita. Bersyukurlah atas apa yang kalian miliki hingga hari ini, doakanlah ayah kalian agar kalian bisa membalas pengorbanannya selama ini (yah walaupun sebenarnya seorang ayah tidak mengharapkan imbalan apapun dari kita). Minta kesehatan untuk ayah kita. Dan mintalah waktu yang lebih banyak lagi kepada Tuhan agar anda sempat membahagiakannya (“,)

Minggu, 02 Januari 2011

“Terbaik”



“Terbaik”
                Gw baru aja ngebahas kata ini dengan seorang teman, sebenernya kita ngebahas kata “terbaik” ini secara tidak sengaja. Berawal dari curhatan akhirnya gw dapet ide untuk mengkaji kata ini. Tapi dalam tulisan kali ini yang akan saya bahas adalah kata “terbaik” dari segi hubungan dengan sesama manusia, seperti pertemanan dan percintaan. Dalam tulisan-tulisan saya banyak sekali membahas tentang power of word.  “Terbaik” berarti kesempurnaan. Kalau dilihat dari definisinya, terbaik memiliki definisi paling baik. Baik adalah elok, patut, teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb).
            Dalam hubungan social, kata “terbaik” juga sering menjadi idaman setiap individu, baik dalam hubungan pertemanan maupun hubungan asmara. Mereka dan juga saya selalu mencari yang terbaik. Apakah wajar? Menurut saya itu hal yang wajar. Tapi jangan lupa bahwa sesuatu yang terbaik dalam hubungan social itu tidak ada!
            Teman. Mencari teman yang terbaik adalah impian setiap orang. Teman yang selalu ada disaat kita sedih, susah, maupun senang. Tapi masalahnya adalah ga ada orang yang seperti itu. Teman-teman kita, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dalam satu hal teman kita si A mempunyai kelebihan untuk menutupi kekurangan si B, dan terkadang si B dengan kelebihannya menutupi kekurangan si A. Ga ada yang sempurna, ga ada yang terbaik, hanya saling melengkapi dengan kelebihan masing-masing.
            Dalam hubungan asmara, saya jadi teringat film “Jomblo” dalam salah satu adegan. Ringgo mengatakan pada seorang perempuan “kalau saya mencari yang terbaik, suatu saat saya juga akan meninggalkan kamu”. Dalam adegan itu Ringgo sadar bahwa tujuan dari hubungan pacaran adalah saling melengkapi, bukannya meninggalkan pasangannya karna alasan banyak kekurangan pada pasangannya. Contoh si A pacaran sama si B, B memiliki kekurangan yang si A ga bisa terima, kemudian si A menduakan si B dengan pacaran dengan si C, si C menutupi kekurangan si B, tapi si C memiliki kekurangan yang lain dimana si B bisa menutupi kekurangan si C itu. Jadi dari ilustrasi ini sebenarnya menggambarkan bahwa setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, tinggal bagaimana kita menerima dan membuat kekurangan itu berubah menjadi kelebihan.
            Balik lagi ke kata “terbaik”, kata ini menurut saya dan teman saya adalah kata yang memiliki mantra yang sangat hebat. Orang-orang terkungkung dengan pikirannya bahwa dia harus mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya. Terbaik selalu menjadi acuan bagi kita sebagai manusia. Tapi bukan itu yang kita cari. Menurut seorang sahabat saya yang lain lagi adalah “kita hidup di dunia ini bukan mencari orang yang SEMPURNA untuk dicintai, TETAPI kita BELAJAR mencintai orang yang TIDAK sempurna dengan CARA yang sempurna” (Rony HI’07). Gw setuju banget sama apa yang dikatakan sahabat saya itu, karena memang tidak ada yang sempurna (terbaik), adapun yang sempurna adalah Tuhan.
                Ketika kita tersadar bahwa apa yang kita punya (entah sahabat ataupun pacar) bukanlah yang terbaik, lantas apa yang kita lakukan? Mengeluh? Atau bahkan meninggalkannya? Kesempurnaan/terbaik itu bisa dicapai dengan proses. Kesempurnaan/terbaik itu relative, bagi A si B itu sempurna (bentukan dari proses), sedangkan bagi C si B itu tidak sempurna.
                Jadi bagi saya dan 2 sahabat saya, terbaik/kesempurnaan pada awalnya tidak akan ada, hanya lewat proses, terbaik/kesempurnaan itu ada, dan terbaik/kesempurnaan itu pun bersifat relative, berbeda setiap orangnya.  Jadi jangan mencari orang yang terbaik atau yang sempurna, karena itu tidak akan pernah ada, kecuali anda membentuknya menjadi terbaik dan sempurna (“,)

Sabtu, 01 Januari 2011

world is playground


“World is playground”

                Dunia adalah tempat bermain atau bisa juga diartiin sebagai lapangan permainan. Yup bener banget, jadi kenapa kita terlihat begitu sedih, khawatir, cemas, dan kita begitu bodoh untuk takut akan apa yang terjadi nanti! Bangun! Ubah pikiran lo! Change your mind, man!
                Inget ga dulu waktu kecil kita disuruh untuk bermain, dan ternyata anak kecil itu disuruh ataupun ngga disuruh, mereka pasti akan bermain, karena naluri bermain mereka masih tinggi. Anak kecil bisa membuat permainannya sendiri, mereka bisa menyenangkan dirinya sendiri, walaupun tanpa teman, anak kecil bisa menghibur dirinya sendiri, tanpa beban.
                Naluri bermain kita saat kecil dilatih, ada ga anak kecil yang ngga pernah bermain? Gw rasa ga ada deh. Anak kecil juga bisa sedih, bisa khawatir, bisa juga takut, tapi apa itu semua berlarut-larut?! Dengan satu kata “main” mereka bisa melupakan semuanya!
                Definisi Main adalah melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dengan menggunakan alat-alat tertentu atau tidak). Nah tujuan bermain adalah untuk menyenangkan hati. Kita diajarkan untuk menyenangkan hati, kita yang tau cara untuk menyenangkan hati kita sendiri, tapi mengapa kita tidak melakukannya ketika kita dewasa?! Kita lupa cara bermain, kita lupa cara untuk menyenangkan hati kita sendiri! Ironi…
                Ketika kita dewasa, banyak muncul masalah, memang berbeda dengan masalah ketika kita masih anak-anak. Masalah orang dewasa memang lebih kompleks. Ketika dewasa kita sering larut akan masalah, larut akan kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan, dan ketakutan.
Dalam notes facebook atau tulisan di blog gw yang “terhenti karena keadaan”, juga udah dijelasin, ketika kita berada dalam masalah ini yang akan terjadi ;
1.       Ketakutan
2.       Panik dan ga bisa berfikir logis
3.       Semakin tenggelam pada ketakutan itu
4.       Akhirnya kita gagal.
Gagal merupakan masalah. Gagal adalah suatu keinginan yang tidak berhasil atau tidak tercapai. Ketika gagal mejadi masalah bagi kita, biasanya kita akan terus bersedih dan menyesali apa yang terjadi. Menghakimi diri sendiri dengan perbuatan atau dengan perkataan. Kita tidak bisa langsung bangkit atau keluar dari masalah tersebut. Kita menganggap dunia tidak adil, orang-orang jahat, dan bahkan kita mengutuk Tuhan kita sendiri.
                Mengapa kita lupa hal-hal penting sewaktu kita masih kecil, mengapa kita lupakan esensi dari bermain?! Ayo ingat-ingat lagi kisah menyenangkan sewaktu kita kecil, sewaktu kita bermain. Semua itu membantu kita untuk melupakan masalah kita, melupakan kegagalan kita, dan membuat kita bergairah lagi untuk menghadapi masalah itu.
                Kita yang dewasa ini memang mempunyai segudang kesibukan dan terkadang kita juga bosan akan rutinitas itu, bermainlah! Teruslah bermain!
Ngga punya waktu untuk bermain?! Bagi kita orang dewasa, bermain tidak ada gunanya?! Jawaban gw adalah kita punya banyak waktu! Tinggal gimana kita memanfaatkan waktu itu aja, dan penjelasan gw tentang guna dari bermain ada pada alinea pertama, bahwa bermain bertujuan untuk menyenangkan hati, melupakan masalah sejenak, membuat pikiran kita kembali rileks, dan menghilangkan kekhawatiran hati, dan kembali hadapi masalah itu hingga tuntas!
                Kesimpulan dari tulisan gw ini adalah kita sebagai orang dewasa telah diajarkan banyak hal tentang arti dari bermain ketika kita masih kecil, jangan lupakan itu. Gunakan itu sebagai obat untuk diri kita sendiri.
Dunia tidak jahat, orang lain tidak jahat, Tuhan juga tidak jahat pada kita! Kita yang membuat pikiran-pikiran negatif itu terus berkembang dalam hati dan pikiran kita, maka bermainlah... (“,)

“Ya”


                Kata. Kata adalah unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan, yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dalam berbahasa.
Gw juga pernah membahas tentang kata “kalau” dalam notes Facebook dan blog gw. Gw melihat kata bukan hanya sebagai unsur dalam bahasa yg diucapkan atau dituliskan, bagi gw kata juga merupakan sebuah sugesti diri atau bahkan sebuah doa (secara tidak kita sadari!), kata mempunyai sebuah kekuatan yang sangat dasyat!
                Kalau dulu gw pernah bilang kata “kalau” bukan hanya sebagai kata pengandaian tapi disana terdapat kekuatan yg tidak kita sadari. Nah sekarang gw mau ngebahas tentang kata “Ya!”. Ehmm tulisan ini muncul karena gw abis nonton film Yes man!. Film ini bener-bener keren banget bagi gw inspiring! Banget, kenapa?! Yah karena ada hal lain yg bisa ambil dari kata “ya” itu.
Menurut kamus bahasa Indonesia arti kata “ya” adalah kata untuk menyatakan setuju (membenarkan dsb), kata untuk memastikan, menegaskan dalam bertanya, kata untuk memberi tekanan pada suatu pernyataan.
Tapi ada sesuatu yg lain dari definisi kata “ya” itu, yaitu sebuah kekuatan kata! The power of word! Kenapa? Karena secara tidak langsung kita menerima segala kesempatan yang ada dan tidak kita sadari dengan membuka diri kita untuk “dimasuki” oleh kesempatan itu, kesempatan yang mungkin tidak kita sadari sekalipun. Kesempatan adalah waktu, keluasan, atau peluang. Yang kita ambil dalam pembahasan ini adalah “peluang”. Peluang adalah ruang gerak, baik yg konkret maupun yg abstrak, yg memberikan kemungkinan bagi suatu kegiatan untuk memanfaatkannya dalam usaha mencapai tujuan.
                Kalau dalam film Yes man, dikisahkan pada salah satu adegan pada saat Jim carrey, seorang yang selalu menutup diri dan penuh dengan kesialan, kehidupan yang membosankan, dan juga baru saja bercerai dengan istrinya yang sangat ia cintai, dan merasa semua orang tidak ada artinya, dia terus tenggelam dalam dunianya yang begitu membosankan. Kemudian dia ditawarkan untuk mengikuti seminar kata “yes” dari seorang teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Dengan tidak bersemangat dan pastinya tidak percaya, akhirnya Jim Caarrey mengikuti seminar itu. Baru saja mengikuti seminar tentang kata “ya”. Setelah itu dia mendadpatkan “kesempatan” untuk mengatakan “ya”, dia mengatakan iya pada seorang tua yang sebenarnya tidak tahu diri, soalnya orang tua itu meminta Jim Carrey untuk mengantarkannya kesebuah daerah yang jauh, setelah itu meminjam handphone dan tentu saja pulsa dan batrainya, sampai batrai hp nya habis, ketika sampai tempat tujuan, orangtua itu meminta uang dengan seenaknya, setelah itu pula mobil Jim Carey habis bensin dan itu masih jauh dari rumah Jim Carrey, betapa kesal menghadapi kesialan ini. Jim Carrey pun berjalan mencari sebuah pom bensin. Ketika sampai disebuah pom bensin, dia bertemu dengan seorang perempuan yang cantik dan dia merasa ini adalah hikmah dari kata “ya” pada orangtua itu. Dia tidak hanya bertemu dengan perempuan cantik itu, tapi dia juga semakin hari semakin dekat dengan perempuan itu dari kesempatan yang ia dapatkan dengan mengatakan “ya”.
                Nah Jim Carrey mendapatkan kesempatan (peluang) disana untuk melupakan kesedihannya karena mantan istrinya. Mendapatkan kesempatan untuk membahagiakan orang lain, mendapatkan kesempatan promosi jabatan, dll. Tapi intinya adalah Jim Carrey telah membuka dirinya untuk “membiarkan” kesempatan itu masuk kedalam dirinya.
                Kesempatan atau peluang selalu datang pada kita, hanya saja kita terkadang menolaknya tanpa kita sadari. Dalam notes gw yang lain juga dibahas tentang kesempatan di notes gw tentang “Tuhan”.
Kesempatan selalu datang menghampiri kita, banyak orang yang bilang “kesempatan ga datang 2 kali”, jangan percaya! Karena itu ga bener!. Kesempatan selalu datang, selama kita mau berusaha dan berdoa. Yang gw percaya adalah kesempatan selalu datang setiap kali kita mau berusaha, kesempatan pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, dst. Tapi buat apa kesempatan kedua, ketiga, keempat, kelima, dst, kalau saja kita bisa mengambil kesempatan pertama?!
                Nah itu yang gw bilang kekuatan kata “ya”, kekuatan untuk membuka diri pada apapun, nah masalahnya adalah kita juga harus menyaring apa yang kita terima, dengan cara apa? dengan cara listen to your heart. Kata hati merupakan sebuah penyaring dari apa yang baik dan buruk bagi lo.
                Intinya adalah, gw mau menjelaskan bahwa ngga ada hal yang sia-sia ketika kita melakukan sesuatu. Buka hati dan pikiran tapi ingat jangan mentah-mentah menerima semua hal dengan mengatakan “ya”, but follow your heart! (“,)