Mengenai Saya

Foto saya
Saya seorang mahasiswa yang memfokuskan diri pada lingkungan sosial, apapun bentuknya. Saya juga menyukai musik dan saya membuat musik, saya suka menulis dan saya membuat tulisan tentang apa saja yang saya sukai, saya seorang mahasiswa yang biasa-biasa saja, saya mencintai keluarga dan teman-teman saya.

Sabtu, 01 Januari 2011

world is playground


“World is playground”

                Dunia adalah tempat bermain atau bisa juga diartiin sebagai lapangan permainan. Yup bener banget, jadi kenapa kita terlihat begitu sedih, khawatir, cemas, dan kita begitu bodoh untuk takut akan apa yang terjadi nanti! Bangun! Ubah pikiran lo! Change your mind, man!
                Inget ga dulu waktu kecil kita disuruh untuk bermain, dan ternyata anak kecil itu disuruh ataupun ngga disuruh, mereka pasti akan bermain, karena naluri bermain mereka masih tinggi. Anak kecil bisa membuat permainannya sendiri, mereka bisa menyenangkan dirinya sendiri, walaupun tanpa teman, anak kecil bisa menghibur dirinya sendiri, tanpa beban.
                Naluri bermain kita saat kecil dilatih, ada ga anak kecil yang ngga pernah bermain? Gw rasa ga ada deh. Anak kecil juga bisa sedih, bisa khawatir, bisa juga takut, tapi apa itu semua berlarut-larut?! Dengan satu kata “main” mereka bisa melupakan semuanya!
                Definisi Main adalah melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dengan menggunakan alat-alat tertentu atau tidak). Nah tujuan bermain adalah untuk menyenangkan hati. Kita diajarkan untuk menyenangkan hati, kita yang tau cara untuk menyenangkan hati kita sendiri, tapi mengapa kita tidak melakukannya ketika kita dewasa?! Kita lupa cara bermain, kita lupa cara untuk menyenangkan hati kita sendiri! Ironi…
                Ketika kita dewasa, banyak muncul masalah, memang berbeda dengan masalah ketika kita masih anak-anak. Masalah orang dewasa memang lebih kompleks. Ketika dewasa kita sering larut akan masalah, larut akan kesedihan, kekhawatiran, kegelisahan, dan ketakutan.
Dalam notes facebook atau tulisan di blog gw yang “terhenti karena keadaan”, juga udah dijelasin, ketika kita berada dalam masalah ini yang akan terjadi ;
1.       Ketakutan
2.       Panik dan ga bisa berfikir logis
3.       Semakin tenggelam pada ketakutan itu
4.       Akhirnya kita gagal.
Gagal merupakan masalah. Gagal adalah suatu keinginan yang tidak berhasil atau tidak tercapai. Ketika gagal mejadi masalah bagi kita, biasanya kita akan terus bersedih dan menyesali apa yang terjadi. Menghakimi diri sendiri dengan perbuatan atau dengan perkataan. Kita tidak bisa langsung bangkit atau keluar dari masalah tersebut. Kita menganggap dunia tidak adil, orang-orang jahat, dan bahkan kita mengutuk Tuhan kita sendiri.
                Mengapa kita lupa hal-hal penting sewaktu kita masih kecil, mengapa kita lupakan esensi dari bermain?! Ayo ingat-ingat lagi kisah menyenangkan sewaktu kita kecil, sewaktu kita bermain. Semua itu membantu kita untuk melupakan masalah kita, melupakan kegagalan kita, dan membuat kita bergairah lagi untuk menghadapi masalah itu.
                Kita yang dewasa ini memang mempunyai segudang kesibukan dan terkadang kita juga bosan akan rutinitas itu, bermainlah! Teruslah bermain!
Ngga punya waktu untuk bermain?! Bagi kita orang dewasa, bermain tidak ada gunanya?! Jawaban gw adalah kita punya banyak waktu! Tinggal gimana kita memanfaatkan waktu itu aja, dan penjelasan gw tentang guna dari bermain ada pada alinea pertama, bahwa bermain bertujuan untuk menyenangkan hati, melupakan masalah sejenak, membuat pikiran kita kembali rileks, dan menghilangkan kekhawatiran hati, dan kembali hadapi masalah itu hingga tuntas!
                Kesimpulan dari tulisan gw ini adalah kita sebagai orang dewasa telah diajarkan banyak hal tentang arti dari bermain ketika kita masih kecil, jangan lupakan itu. Gunakan itu sebagai obat untuk diri kita sendiri.
Dunia tidak jahat, orang lain tidak jahat, Tuhan juga tidak jahat pada kita! Kita yang membuat pikiran-pikiran negatif itu terus berkembang dalam hati dan pikiran kita, maka bermainlah... (“,)

“Ya”


                Kata. Kata adalah unsur bahasa yg diucapkan atau dituliskan, yg merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yg dapat digunakan dalam berbahasa.
Gw juga pernah membahas tentang kata “kalau” dalam notes Facebook dan blog gw. Gw melihat kata bukan hanya sebagai unsur dalam bahasa yg diucapkan atau dituliskan, bagi gw kata juga merupakan sebuah sugesti diri atau bahkan sebuah doa (secara tidak kita sadari!), kata mempunyai sebuah kekuatan yang sangat dasyat!
                Kalau dulu gw pernah bilang kata “kalau” bukan hanya sebagai kata pengandaian tapi disana terdapat kekuatan yg tidak kita sadari. Nah sekarang gw mau ngebahas tentang kata “Ya!”. Ehmm tulisan ini muncul karena gw abis nonton film Yes man!. Film ini bener-bener keren banget bagi gw inspiring! Banget, kenapa?! Yah karena ada hal lain yg bisa ambil dari kata “ya” itu.
Menurut kamus bahasa Indonesia arti kata “ya” adalah kata untuk menyatakan setuju (membenarkan dsb), kata untuk memastikan, menegaskan dalam bertanya, kata untuk memberi tekanan pada suatu pernyataan.
Tapi ada sesuatu yg lain dari definisi kata “ya” itu, yaitu sebuah kekuatan kata! The power of word! Kenapa? Karena secara tidak langsung kita menerima segala kesempatan yang ada dan tidak kita sadari dengan membuka diri kita untuk “dimasuki” oleh kesempatan itu, kesempatan yang mungkin tidak kita sadari sekalipun. Kesempatan adalah waktu, keluasan, atau peluang. Yang kita ambil dalam pembahasan ini adalah “peluang”. Peluang adalah ruang gerak, baik yg konkret maupun yg abstrak, yg memberikan kemungkinan bagi suatu kegiatan untuk memanfaatkannya dalam usaha mencapai tujuan.
                Kalau dalam film Yes man, dikisahkan pada salah satu adegan pada saat Jim carrey, seorang yang selalu menutup diri dan penuh dengan kesialan, kehidupan yang membosankan, dan juga baru saja bercerai dengan istrinya yang sangat ia cintai, dan merasa semua orang tidak ada artinya, dia terus tenggelam dalam dunianya yang begitu membosankan. Kemudian dia ditawarkan untuk mengikuti seminar kata “yes” dari seorang teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Dengan tidak bersemangat dan pastinya tidak percaya, akhirnya Jim Caarrey mengikuti seminar itu. Baru saja mengikuti seminar tentang kata “ya”. Setelah itu dia mendadpatkan “kesempatan” untuk mengatakan “ya”, dia mengatakan iya pada seorang tua yang sebenarnya tidak tahu diri, soalnya orang tua itu meminta Jim Carrey untuk mengantarkannya kesebuah daerah yang jauh, setelah itu meminjam handphone dan tentu saja pulsa dan batrainya, sampai batrai hp nya habis, ketika sampai tempat tujuan, orangtua itu meminta uang dengan seenaknya, setelah itu pula mobil Jim Carey habis bensin dan itu masih jauh dari rumah Jim Carrey, betapa kesal menghadapi kesialan ini. Jim Carrey pun berjalan mencari sebuah pom bensin. Ketika sampai disebuah pom bensin, dia bertemu dengan seorang perempuan yang cantik dan dia merasa ini adalah hikmah dari kata “ya” pada orangtua itu. Dia tidak hanya bertemu dengan perempuan cantik itu, tapi dia juga semakin hari semakin dekat dengan perempuan itu dari kesempatan yang ia dapatkan dengan mengatakan “ya”.
                Nah Jim Carrey mendapatkan kesempatan (peluang) disana untuk melupakan kesedihannya karena mantan istrinya. Mendapatkan kesempatan untuk membahagiakan orang lain, mendapatkan kesempatan promosi jabatan, dll. Tapi intinya adalah Jim Carrey telah membuka dirinya untuk “membiarkan” kesempatan itu masuk kedalam dirinya.
                Kesempatan atau peluang selalu datang pada kita, hanya saja kita terkadang menolaknya tanpa kita sadari. Dalam notes gw yang lain juga dibahas tentang kesempatan di notes gw tentang “Tuhan”.
Kesempatan selalu datang menghampiri kita, banyak orang yang bilang “kesempatan ga datang 2 kali”, jangan percaya! Karena itu ga bener!. Kesempatan selalu datang, selama kita mau berusaha dan berdoa. Yang gw percaya adalah kesempatan selalu datang setiap kali kita mau berusaha, kesempatan pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, dst. Tapi buat apa kesempatan kedua, ketiga, keempat, kelima, dst, kalau saja kita bisa mengambil kesempatan pertama?!
                Nah itu yang gw bilang kekuatan kata “ya”, kekuatan untuk membuka diri pada apapun, nah masalahnya adalah kita juga harus menyaring apa yang kita terima, dengan cara apa? dengan cara listen to your heart. Kata hati merupakan sebuah penyaring dari apa yang baik dan buruk bagi lo.
                Intinya adalah, gw mau menjelaskan bahwa ngga ada hal yang sia-sia ketika kita melakukan sesuatu. Buka hati dan pikiran tapi ingat jangan mentah-mentah menerima semua hal dengan mengatakan “ya”, but follow your heart! (“,)

Senin, 27 Desember 2010

"TUHAN"

Belakangan ini gw ga percaya lagi sama yang namanya Tuhan, soalnya gw bener-bener ga merasa akan kehadirannya. Ga ada bantuan yang nyata kepada diri gw, semua gw jalanin karena kemampuan gw. Antroposentris...
Apa itu antroposentris?! antroposentris adalah pandangan yang beranggapan bahwa kehidupan tidak berpusat pada Tuhan tapi pada manusia. Etosnya adalah semangat menghargai nilai-nilai yang dibangun oleh manusia sendiri. Peradaban antroposentris menjadikan manusia sebagai tolok ukur kebenaran dan kepalsuan, untuk memakai manusia sebagai kriteria keindahan dan untuk memberikan nilai penting pada bagian kehidupan yang menjanjikan kekuasaan dan kesenangan manusia. Antroposentrisme menganggap manusia sebagai pusat dunia, karenanya merasa cukup dengan dirinya sendiri. Manusia antroposentris merasa menjadi penguasa bagi dirinya sendiri. Tidak hanya itu, ia pun bertindak lebih jauh, ia ingin menjadi penguasa bagi yang lain. Alam raya pun lalu menjadi sasaran nafsu berkuasanya yang semakin lama semakin tak terkendali.

Dengan rasio sebagai senjatanya, manusia antroposentris memulai sejarah kekuasaan dan eksploitasi atas alam tanpa batas. Modernisme dengan panji-panji rasionalismenya terbukti menimbulkan kerusakan alam tak terperikan terhadap alam dan manusia. Ilmu akal adalah ilmu perang yang metode dan taktik perangnya telah ditulis dengan amat cerdas oleh Descartes melalui semboyannya “Cogito Ergo Sum”. Melalui ilmu perang Descartes, peradaban modern menciptakan mesin-mesin perang terhadap alam berupa teknologi canggih untuk menaklukkan dan mengeksploitasi alam tanpa batas, juga mesin-mesin perang terhadap manusia berupa senjata-senjata canggih supermodern, bom, bahkan juga senjata pemusnah masal. Jadi, alih-alih humanisme antroposentris itu berhasil melakukan proses humanisasi, yang terjadi justru adalah proses dehumanisasi.

Nah seperti itulah gw. Gw juga beranggapan kalau natal itu ga lebih dari hari-hari biasa, hari yang gw lalui tanpa ada sesuatu yang spesial, termasuk orang yang spesial. Tapi 3 hari ini tepatnya tanggal 24, 25, dan 26 Desember ini menjadi hari-hari yang sangat berarti bagi gw, gw jadi mengerti apa yang Tuhan berikan pada kita, bagaimana Tuhan bekerja pada kita, bagaimana Tuhan mengasihi kita, bagaimana Tuhan menjawab doa-doa kita, dll.

Tuhan selalu punya cara untuk menyadarkan anaknya, bagaimana caranya? banyak cara dan semua cara itu ga akan pernah kita duga! kaya yang sekarang gw alamin, gara-gara sesuatu hal yang sangat amat gw inginkan dalam hari-hari ini, ga lupa gw juga selalu berdoa meminta hal itu, tapi Tuhan ga berikan itu sama gw, tapi Tuhan kasih JALAN! tinggal kita yang piih mau ikut jalannya atau ngga. Kita yang memilih jlan hidup kita! jadi percaya dengan apa yang Tuhan telah berikan dan lakukan! jangan siakan kesempatan, karena kita ngga tau besok kita masih bisa ngirup udara dan melihat matahari lagi atau ngga.

Warna putih hitam menjadi warna yang paling gw sukain dari dulu, karena warna ini begitu kontradiktif, bukan karena itu aja, tapi juga karena hitam melambangkan sesuatu yang misterius dan putih artinya suci. Malaikat kecil menari-nari menyanyikan lagu terindah untuk Tuhan dengan senyum merekah indah menghangatkan pagi. Kawalan malaikat lain menambah mahal malaikat kecil. Tuhan tau malaikat kecil itu mencari jiwa yang haus akan firman Tuhan, dan kini ada jiwa yang haus itu yang terlalu lama mencari makna akan kata "Tuhan", sang Jiwa memohon agar Tuhannya menyadarkannya, tapi bukan Tuhan namanya kalau langsung mengubah jiwa itu. Cara Tuhan begitu indah dan begitu tidak terduga, hingga nantinya kita sadari dengan sendirinya.

Yup Tuhan engkau memang ada, engkau memang nyata, setidaknya bagiku yang melupakanMu...

Sabtu, 23 Oktober 2010

“KOSONG”

Apa yang lagi lo cari sekarang?? Apa yang lo inginkan sekarang?? Apa yang lo butuhkan sekarang?? Apa yang menghalangi lo sekarang?? Apa yang menghentikan lo sekarang?? Semua itu semakin membuat Kariza semakin pusing, sepusing kalau lo naik komedi puter dengan kecepatan 100 km/jam.
Kariza lagi mikiran hal yang sebenernya dia ngga tahu apa yang sedang dia pikirin, apa yang dia permasalahkan, dia juga ngga tau harus menyalahkan siapa atau apa, dia ngga tau apa yang membuatnya merasa seperti ini, kosong...
“Kenapa gw begini ya?? Kaya ngga ada tujuan hidup. Hidup gw ngga guna banget kayanya... Apa yang harus gw lakuin sekarang, gw aja ngga tau gw mau mikirin apa. Gw kesel, tapi kesel sama apa atau siapa?? Hidup gw ngga ada gunanya...” ucap Kariza dalam hatinya
Perasaan seperti ini ngga hanya sekali ataupun dua kali menghinggapi pikirannya. Sampai sekarang dia juga ngga tau apa sebabnya. Semangat hidup hilang seketika, semakin lama semakin terbang dan akhirnya menghilang, lenyap ditelan langit biru indah di siang itu.
Apa pun yang dilakukan Kariza, tidak bisa menghilangkan perasaan tersebut. Setiap mau melakukan sesuatu, semangatnya hilang, pikirannya terus berputar kesana kemari dan tidak fokus. Perasaan seperti ini memang sangat memuakkan!!!
Berhari-hari telah dilewati Kariza dengan perasaan seperti ini, dan tanpa disangka kekosongan ini sudah hampir seminggu dirasakannya. Lagu Monty Tiwa yang judulnya kosong selalu diputar melalui ipod miliknya.
Kariza memang seorang yang melankolis, mungkin ini sebabnya dia larut dalam keadaan ini. Kariza terus mencari tau kenapa dia bisa menjadi seperti ini. Banyak buku dibacanya untuk mencari tau jawabannya. Akhirnya dia mendapatkan jawabannya.
Jawabannya ada di teori kepribadian, tentang konsep kepribadian timur-barat yang dikembangkan sarjana Amerika keturunan Cina, Francis L.K Hsu, yang mengkombinasikan dalam dirinya suatu keahlian dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat, serta kesusastraan Cina klasik. Dalam sebuah karangannya Psychological Homeostatis and Jen. Ia mengembangkan konsep-konsep dan teori-teori mengenai aneka warna isi jiwa serta metode-metode dan alat-alat untuk menganalisa dan mengukur secara detail variasi isi jiwa individu dan lingkungan sosial budayanya. Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi bahwa alam jiwa manusia sebagai mahluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang berwujud seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentrikal sekitar diri pribadinya.
Lingkaran no 3, yang oleh Hsu disebut “lingkaran hubungan karib/intimate society. Mengandung konsepsi-konsepsi tentang orang-orang, binatang, atau benda-benda yang oleh individu diajak bergaul secara mesra dan karib, yang bisa dipakai sebagai tempat berlindung dan tempat mencurahkan isi hati apabila sedang terkena tekanan batin atau dikejar-kejar oleh kesedihan serta masalah-masalah hidup yang menyulitkan. Orangtua, saudara sekandung, sahabat karib, biasanya menjadi penghuni penting dari daerah lingkaran nomor 3 dalam alam pikiran manusia ini, yang kecuali oleh tokoh-tokoh manusia sering juga ditempati oleh pikiran-pikiran, perasaan-perasaan terhadap binatang kesayangan, benda kesayangan, benda pusaka dan juga oleh hal-hal, ide-ide, atau ideologi-ideologi yang dapat menjadi sasaran rasa kebaktian penuh dari jiwanya, seperti halnya Tuhan bagi kita, roh nenek moyang bagi orang yang bereligi animis, ideologi komunisme bagi orang komunis, kaisar Hirohito yang keramat bagi orang Jepang pada zaman Perang Dunia II dan sebagainya.
Menurut Francis Hsu, mahluk manusia masih memerlukan suatu daerah isi jiwa tambahan untuk memuaskan suatu kebutuhan rohaniah yang bersifat fundamental dalam hidupnya. Daerah isi jiwa tambahan terhadap lingkaran-lingkaran itu adalah daerah lingkaran nomor 3 ini. Hubungan yang berdasarkan cinta dan kemesraan dan juga rasa untuk bisa berbakti secara penuh dan mutlak, merupakan suatu kebutuhan fundamental dalam hidup manusia. Tanpa adanya tokoh-tokoh atau benda-benda kesayangan, tanpa Tuhan, tanpa ide-ide atau ideologi-ideologi yang dapat menjadi sasaran dari rasa kebaktian mutlak yang semuanya menempati daerah lingkaran 3 dalam alam jiwanya, hidup kerohanian manusia tidak akan seimbang dan selaras. Manusia yang tidak mempunyai semuanya itu akan merupakan manusia yang sangat menderita, karena ia akan kehilangan mutu hidup, kehilangan arti dalam hidup, dan kehilangan landasan dari rasa keamanan murni dalam hidupnya. Manusia seperti ini sering kali akan memilih jalan keluar dari penderitaan dengan bunuh diri.
Mengembangkan dan memelihara hubungan karib dengan orang yang bukan keluarga atau saudara sekandungnya, memerlukan usaha khusus dan ketegangan batin yang terus-menerus, yang mengisi hidupnya. Kegagalan untuk menemukan atau memelihara suatu “masyarakat lingkungan karib” terus menerus dengan orang-orang bukan orangtua atau saudara dekat, akan menimbulkan kekosongan yang tidak ada taranya, sehingga hidupnya akan kehilangan tujuan dan arti, kehilangan mutu, dan dengan demikian hidupnya akan dihinggapi perasaan sepi.
Demikian menurut Hsu, sumber dari sikap kegigihan manusia barat terhadap hidup itu tidak lain adalah tidak adanya sekelompok manusia yang secara otomatis dapat dianggapnya sebagai “lingkungan karib” itu. Ia selalu harus mencari orang-orang itu, dan apabila ia tidak menemukannya, maka seekor anjing atau kucing kesayangannya pun jadi, untuk dianggapnya sebagai pengisi lingkungan nomor 3 ini. Dan kalau “lingkungan karib” itu tidak dapat ditemukannya juga, maka sebagai kompensasi, seorang manusia barat akan gigih mencari suatu tujuan hidup lain yang berarti. Ia secara gigih mengeksplorasi lautan dan benua-benua, meneliti alam, zat-zat atau hidup dalam laboraorium, ia mengorbankan diri untuk perikemanusiaan. Kegigihan hidup untuk mencari “lingkungan karib” sudah menjadi sikap hidup bagi manusia barat, yang dibawanya kemana-mana, juga kalau dia berdagang. Itulah rahasia sukses yang telah dicapai manusia barat dengan segala hal yang dilakukannya. Kalau dia sukses, maka dengan sikap hidup semacam itu ia memang benar-benar akan sukses, sebaliknya kalau ia gagal, maka benar-benar akan sengsara.
Kariza menjadi sadar akan hal yang terjadi pada dirinya, bahwa dia sedang merasa kosong dan juga merasa kesepian karena dia kehilangan rasa cinta dari Tuhan, orangtua, saudara sekandung, teman, dan lawan jenisnya. Mungkin juga bukan kehilangan, tapi tidak merasakannya dengan jelas.
Kariza mengambil kompensasi dengan mencari tujuan hidup lain yang berarti bagi dirinya. Hobinya adalah hal yang pertama dilakukannya dan mulai fokus dan tidak memikirkan hal yang memang tidak perlu terlalu dipikirkan, fokus fokus dan fokus, semuanya bisa, asal kita konsisten. Dia juga memperbaiki hubungannya dengan Tuhan, orangtua, saudara sekandung, teman, dan dia mendapatkan lingkungan yang baru juga.
Inspirasi :
1.       Monty Tiwa – kosong,
2.       Maliq & D’essentials - Mata hati dan telinga,
3.       Curhatan seorang teman dan aku
Nb :
1.       Ini hanya sebuah tulisan iseng dari saya. Semoga bermanfaat.
2.       Untu membaca teori ini secara lenkap, cari aja di buku-buku kepribadian umum, atau cari aja di google atau om Wikipedia.

Jumat, 22 Oktober 2010

“KALAU”

Kata yang satu ini padahal cuma terdiri dari 5 huruf, tapi arti dari kata ini menurut gw sangatlah “berbahaya” dan bisa sangat “bermanfaat”.
Menurut kamus bahasa Indonesia “kalau” itu mempunyai arti:
1.       kata penghubung untuk menandai syarat, cth : kalau keluar, harus minta izin dulu.
2.       Seandainya, cth : kalau ia tidak mau membayar utangnya, apa yg akan kauperbuat.
3.       Bagi, adapun, cth : kalau bagi saya, perkara itu mudah saja memecahkannya.
Nah itu arti kata “kalau” menurut kamus bahasa Indonesia. Nah dari semua itu kalau diperhatikan, kata “kalau” ini mengandung arti pengandaian, yang berarti hanya sebuah konsep. Kenapa konsep??? Menurut kamus bahasa Indonesia konsep, yaitu :
1.       Rancangan atau buram surat dsb,
2.       Ide atau pengertian yg diabstrakkan dr peristiwa konkret: satu istilah dapat mengandung dua -- yg berbeda,
3.       Gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yg ada di luar bahasa, yg digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain.
Menurut Koentjaraningrat, seorang antropolog, konsep adalah penggambaran abstrak dalam ilmu-ilmu sosial. Maksudnya, seorang individu dapat menggabung-gabungkan atau membanding-bandingkan bagian-bagian dari satu penggambaran dengan bagian-bagian dari penggambaran lain, dengan proses akal tersebut individu mempunyai suatu kemampuan untuk membentuk suatu penggambaran baru yang abstrak yang sebenarnya dalam kenyataan tidak serupa dengan salah satu dari berbagai macam penggambaran tadi.
Kembali lagi ke pertanyaan, kenapa jadi konsep?? Menurut gw konsep adalah menghubungkan sesuatu kejadiaan, dengan kejadian lainnya dalam bentuk yang abstak. Contohnya laptop. Dulu yang namanya komputer itu segede gaban!!! Gede banget deh. Kemudian berkembang sampai jamannya CPU. Nah dari membandingkan dan menggabungkan komputer yang segede gaban tadi dengan komputer yang masih digunakan sekarang (CPU), kemudian muncul konsep komputer yang memungkinkan untuk dibawa kemana-mana, dan akhirnya muncul laptop. Nah munculnya penggambaran abstrak tentang laptop, itu adalah hasil dari sebuah konsep. Nah bila dihubungkan dengan kata “kalau”, yang tadi udah gw bilang bahwa kata ini sangatlah “berbahaya”, dan bisa sangat “bermanfaat”, karena kata ini mengandung “pengandaian” atau sesuatu hal yang belum kita lakukan atau keadaan yang belum kita ketahui akhirnya. Kita menggabungkan suatu keadaan/kejadian yang dulu dengan keadaan/kejadian yang sekarang, kemudian muncul “keadaan/kejadian” baru dalam benak kita, yang sebenernya kita belum tau hasilnya gimana. Bisa lebih baik ataupun bisa lebih buruk dari keadaan/kejadian yang baru itu.
Kata ini bisa membuat kita berfikir positif dan negatif dengan mudahnya. Kenapa begitu?? Yah sebenernya sih kata ini sangat “nendang”!!! Bila kita dihadapkan pada suatu masalah dan keadaan tertentu, pasti otak kita akan bekerja dengan keras, entah itu bekerja dengan jalur yang positif atau negatif, tergantung orangnya.
Kenapa gw bilang kata ini “berbahaya”, alasannya adalah, kita bisa dibuatnya mengandaikan sesuatu yang sebenarnya kita belum tau hasilnya nanti. Pertanyaan-pertanyaan seperti “gimana kalau begini?”, “gimana kalau begitu?”, makin banyak aja spekulasi yang akan muncul di otak kita. Nah hal seperti ini yang sebenernya menurut gw adalah hal yang negatif. “Gimana kalau ngga begini?”, “gimana kalau ngga begitu?”. Semua spekulasi yang muncul tidak beraturan ini akan menghancurkan pendirian kita atau mungkin saja akan membangun atau memperkuat pendirian kita.
Betapa hebatnya kata “kalau” itu, hingga kata tersebut bisa membuat kita mengubah pendirian kita, dan bahkan bisa memperkuat pendirian kita. Apa kita sadari itu?? Apa setiap kita mengucapkan kata, kita berfikir terlebih dulu??
Nah sebenernya balik lagi gimana kita melihatnya sih, tapi menurut gw sebuah kata itu mempunyai kekuatan yang sangat besar dan sama sekali tidak kita sadari. Kita memang bisa mengucapkan kata apa saja, tapi kita tidak pernah sadari kekuatan kata-kata yang telah kita ucapkan. Memang kita mengerti arti dari kata yang kita ucapkan, tapi kita sama sekali tidak mengerti cara memakainya. Nah sekarang gw dan kalian semua harusnya lebih bijak menggunakan kata demi kata yang akan kita ucapkan kepada orang lain ataupun diri sendiri.

Nb : Jangan terima mentah-mentah tulisan gw ini, baca dengan seksama, cerna diotak, dan sampaikan apabila beda pendapat (“,)